NASIB DUA SITUS BERSEJARAH BANYUWANGI, KINI JADI TAMBAK UDANG


Situs bersejarah di Banyuwangi dijadikan tambak udang
Situs bersejarah Gumuk Klinting dan Gumuk Emas di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, telah beralihfungsi menjadi tambak udang sejak dua tahun terakhir.

Yanti Muda Oktaviana, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto, Senin (28/10/2013) menjelaskan, dua situs tersebut berasal dari abad ke 19 dan termasuk situs Hindu Budha pada masa klasik.

"Kami sempat menemukan stupika yang terbuat dari tanah liat di dua situs tersebut. Stupika ini adalah alat upacara bekal kubur yang berisi mantra-mantra agama Budha," jelasnya.

Dua situs yang telah beralihfungsi menjadi tambak udang diketahui setelah Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Mojokerto melakukan inventarisasi situs sejarah di Kabupaten Banyuwangi.

"Inventarisasi sebelumnya dilakukan pada tahun 1985. Dan dengan kurun waktu 28 tahun, dua situs menjadi tambak udang," tambahnya.

Yanti menjelaskan, Banyuwangi sebenarnya mempunyai situs yang tergolong lengkap mulai dari situs prasejarah, klasik, masa Islam dan kolonial. Ada sekitar 10 situs yang terancam rusak, yakni Gumuk Payung, bunker di Grajagan, Siti Hinggil, Gumuk Kantong, Macan Putih, Gumuk Jaddah, Gumuk Putri, Bale Kambang, Situs Ompak Songo dan Gedung Inggrisan.


Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera menetapkan situs-situs tersebut sebagai benda dan bangunan cagar budaya. "Penetapan itu sudah diatur di Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Selain itu diharapkan juga Pemkab Banyuwangi melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar turut serta melestarikan situs sejarah yang ada," tegasnya.

Kompas.com

loading...

0 Response to "NASIB DUA SITUS BERSEJARAH BANYUWANGI, KINI JADI TAMBAK UDANG"