KEMBANGKAN EKOWISATA, PEMKAB BANYUWANGI LIBATKAN MASYARAKAT SEKITAR


Info Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam seminar Hutan Penyelamat Pulau Jawa di Madiun
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan atau ekowisata sehingga kelestarian hutan di wilayah tersebut bisa terjaga dari aksi perusakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di sela-sela seminar bertajuk "Hutan Penyelamat Pulau Jawa" di Madiun, Selasa, 27/08/2013, mengatakan sejumlah potensi wisata alam di daerahnya yang berlokasi di kawasan hutan, antara lain Pantai Sukamade, Pantai Plengkung, dan Kawah Ijen, yang pengembangannya melibatkan masyarakat lokal.

"Payung besarnya adalah ekowisata, yaitu pengembangan wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal. Kami punya visi 'community based tourism' atau pariwisata berbasis masyarakat dengan mendorong keterlibatan komunitas setempat. Jadi, masyarakat dengan sendirinya ikut merawat dan menyelamatkan hutan," katanya.

Azwar Anas mengatakan Pemkab Banyuwangi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan dan Perum Perhutani untuk mendukung pengelolaan hutan di kawasan konservasi Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Meru Betiri dan Kawah Ijen, sebagai lokasi tujuan wisata potensial.

Ia menjelaskan luas hutan di wilayah Banyuwangi mencapai 183.396,3 hektare atau 31,98 persen dari total luas wilayah Banyuwangi.

Sektor kehutanan menyumbang sekitar Rp460,2 miliar atau 1,5 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyuwangi.

Produksi kayu hutan di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa itu, mencapai 65.734 meter kubik pada 2011 dan meningkat menjadi 70.552 meter kubik pada 2012.

"Harus ada kesadaran dari daerah bahwa tidak semua bidang ekonomi dijadikan sumber penerimaan atau PAD. Untuk kehutanan, tujuannya adalah pemberdayaan masyarakat dan tidak asal main tebang untuk dapat pajak dan penerimaan daerah," katanya.

Saat berbicara pada seminar dalam rangka Reuni Emas 50 Tahun Fakultas Kehutanan UGM itu, Anas mengatakan pengelolaan hutan yang berbasis pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya konkret dalam penyelamatan hutan.

Tindakan penyelamatan hutan paling mendesak adalah di Pulau Jawa yang luas hutannya sekitar 3,04 juta hektare atau 23,6 persen dari luas wilayah Jawa dengan lebih kurang 25 juta warga hidupnya bergantung dengan hutan.

"Beban Pulau Jawa sangat besar sehingga kondisi hutan di Jawa harus diperhatikan serius. Kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat sekitar hutan," ujarnya.

Menurut mantan anggota DPR RI itu, hutan masih menjadi salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Ia mencontohkan ekspor mebel Indonesia pada 2012 mencapai sekitar 1,77 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, sekitar 55 persen berasal dari produk mebel berbasis kayu.

Kendati potensi ekonomi hutan cukup tinggi baik dari industri kayu maupun nonkayu, Azwar Anas mengakui bahwa kantong-kantong kemiskinan justru banyak berada di sekitar hutan.

"Artinya hutan belum mampu memberi manfaat ekonomi secara optimal bagi masyarakat sekitarnya, karena hasil hutan biasanya dibawa ke luar daerah untuk diolah lebih lanjut. Tugas pemerintah, swasta, dan BUMN untuk saling bekerja sama membangun model pengelolaan hutan yang mampu menyejahterakan masyarakat sekitar hutan," katanya. 

sumber

loading...

0 Response to "KEMBANGKAN EKOWISATA, PEMKAB BANYUWANGI LIBATKAN MASYARAKAT SEKITAR"