PASCA KENAIKAN BBM, HARGA-HARGA MULAI MENYESUAIKAN


Menyusul kenaikan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu, dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat Banyuwangi.Berdasarkan pantauan berita online, beberapa produk dan tarif jasa mulai menyesuaikan diri mengikuti kenaikan tersebut. 

Bagi anda yang biasa menggunakan jasa penyeberangan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, kini harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Kenaikan tarif angkutan penyeberangan lintas provinsi Jawa-Bali di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, resmi diberlakukan mulai 25 Juni pukul 00.00 WIB. Penyesuaian tarif angkutan penyeberangan Jawa-Bali telah naik 6,92 persen dari harga semula.

Tarif baru untuk angkutan penyeberangan Jawa-Bali untuk tarif penumpang dewasa naik Rp500 dari harga sebelumnya Rp6.000 menjadi Rp6.500 per orang.

Untuk tarif anak-anak dari Rp5.000 naik menjadi Rp5.500 per anak. Kendaraan roda dua naik dari tarif sebelumnya Rp16 ribu menjadi Rp19 ribu dan sepeda motor di atas 500 cc naik dari Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu.

Tarif kendaraan penumpang pribadi naik dari harga semula Rp114 ribu naik menjadi Rp124 ribu. Tarif kendaraan angkutan barang pikap naik dari harga semula Rp102 ribu menjadi Rp112 ribu. Tarif bus mengalami kenaikan dari Rp300 ribu menjadi Rp396 ribu dan truk ukuran besar naik dari Rp286 ribu menjadi Rp312 ribu.

Tarif kendaraan golongan tujuh panjang 10 meter sampai 12 meter naik dari Rp415 ribu menjadi Rp432 ribu. Tarif kendaraan golongan delapan panjang 12 meter hingga 16 meter naik dari Rp629 ribu menjadi Rp654 ribu. Tarif kendaraan golongan sembilan panjang lebih dari 16 meter naik dari harga semula Rp955 ribu menjadi Rp977 ribu.

Menurut Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan Cabang Ketapang, Saharuddin Kotto, kenaikan tarif tersebut diputuskan melalui Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor PM.63 Tahun 2013 tanggal 24 Juni 2013 tentang Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Antarprovinsi.

Saharuddin menjelaskan, penyesuaian tarif tersebut imbas naiknya harga bahan bakar minyak. Namun angka tersebut masih di bawah usulan Gabungan Pengusaha Angkutan Penyeberangan yang menginginkan tarif naik hingga 30 persen. "Terakhir tarif naik pada 3 Mei 2012," kata dia.

Fathur, 34 tahun, seorang penumpang sepeda motor, mengatakan keberatan dengan naiknya tarif tersebut. "Berat karena harga BBM juga naik," kata warga Banyuwangi yang sudah lima tahun ini bekerja di Kabupaten Jembrana, Bali.

Apalagi, kata dia, pemberlakuan tarif baru dilakukan tanpa sosialisasi kepada pengguna jasa. "Saya baru tahu setelah beli tiket," katanya.


Kenaikan tarif juga terjadi pada sejumlah bus angkutan antarkota di Terminal Brawijaya Banyuwangi, yaitu bervariasi antara Rp1000 hingga Rp2000. Menurut sejumlah sopir mereka menaikkan tarif karena harga solar saat ini menjadi Rp5500 per liternya. Sementara perusahaan bus tetap meminta kewajiban setoran seperti biasa.

Akibatnya para sopir jurusan Banyuwangi-Surabaya misalnya berinisiatif menaikan tarif dari Rp48.000 menjadi Rp50.000. Kenaikkan tarif yang berlaku sepihak ini sangat dikeluhkan oleh para penumpang.


PELUMAS

Bagi pemilik kendaraan bermotor, harga pelumas/oli bahkan sudah merangkak naik sejak sebulan lalu.

Wahyudi, salah satu bengkel oli di Rogojampi mengatakan, harga pelumas sudah mengalami kenaikan harga sejak ada isu kenaikan harga BBM.

“Kenaikannya berkisar se ribu hingga dua ribu rupiah, tergantung merek oli,” kata Wahyudi. Selain oli bermerek dan oli dalam kemasan, pelumas curah dari Pertamina (drum) juga me ngalami kenaikan harga. Kenaikannya sampai Rp 25 ribu per drum. ”Sebelum pemerintah memutuskan menaikkan BBM jenis bensin, harga oli sudah naik,’’ tambah Wahyudi.

Bukan tidak mungkin, kenaikan ini juga merambah spare part yang tergolong fast moving, seperti ban dan aki.

ELPIJI JUGA NAIK

Disisi lain, harga elpiji juga bersiap naik. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) eks Keresidenan Besuki, Benny Satria, mengatakan seluruh agen distributor liquified petroleum gas sepakat menaikkan harga elpiji 3 kilogram (kg) setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Harga eceran tertinggi (HET) untuk elpiji ukuran 3 kilo di wilayah eks Keresidenan Besuki, meliputi Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi naik Rp 1.000 per tabung," tuturnya di Jember, Rabu (26/6).

HET elpiji sebelum pemerintah menaikkan harga BBM sebesar Rp 12.500 per tabung dan dijual kepada konsumen bervariasi berkisar Rp 13.500 per tabung hingga Rp 14 ribu per tabung. Menurut dia, sebenarnya kenaikan harga elpiji tersebut sudah diusulkan sejak April 2013. Namun, hingga kini belum mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jatim dan pemerintah kabupaten setempat.

"Dengan kenaikan harga BBM, elpiji diusulkan naik sebesar Rp 1.000 dan harga eceran di tingkat konsumen juga beragam, tetapi maksimal Rp 15 ribu per tabung," tuturnya. Kenaikan itu, lanjut dia, seiring dengan kenaikan harga solar dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter sebagai ongkos angkut dan naiknya harga "spare part" mobil pengangkut tabung elpiji.

"Sejak 2010, Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim tentang harga elpiji belum ada perubahan sehingga seluruh agen distributor elpiji berani mengambil kebijakan dan keputusan untuk menaikkan harga elpiji 3 kilo sebesar Rp 1.000 per tabung setelah harga BBM naik," paparnya.

Benny mengakui bahwa kenaikan harga elpiji di wilayah eks Keresidenan Besuki di tingkat agen hingga pengecer tanpa persetujuan pemerintah daerah masing-masing dan Pemprov Jatim.
"Di Jember, Hiswana Migas sudah berkirim surat kepada Bupati MZA Djalal tentang kesepakatan para agen untuk menaikkan harga elpiji bersubsidi tersebut," katanya.

Pantauan di lapangan, harga elpiji 3 kg sudah naik sebesar Rp 15 ribu per tabung sejak Sabtu (22/6) meskipun tabung elpji yang dijual para pengecer tersebut adalah stok lama pada saat harga BBM belum naik.

Kalau sudah begini, kenaikan harga barang dan jasa, tampaknya memang tidak terhindarkan lagi.







loading...

0 Response to "PASCA KENAIKAN BBM, HARGA-HARGA MULAI MENYESUAIKAN"