BUPATI BANYUWANGI BAGI RESEP KEBERHASILAN DI UNEJ



Kiprah Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi dalam memajukan daerah yang dipimpinnya membuat banyak orang kagum. Tidak heran jika kemudian Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi (Himaistra) FISIP Universitas Jember mengundangnya untuk berbagi resep keberhasilan, terutama di bidang reformasi birokrasi. Kesempatan berbagi pengalaman ini dikemas dalam kegiatan seminar nasional bertajuk Reformasi Birokrasi Untuk Peningkatan Public Service yang digelar di Gedung Mas Soerachman, Kampus Tegalboto  (17/4).

 “Saya mengaplikasikan pendapat Mark Moore dalam bidang reformasi birokrasi. Menurutnya sebuah program pemerintah akan berhasil jika memiliki Support Legitimate, mengandung Public Value dan didukung dengan Capability,” jelas H. Abdullah Azwar Anas, MSi. Bupati yang baru saja menempuh kuliah di Harvard University ini kemudian membeberkan pengalamannya di hadapan peserta seminar yang didominasi mahasiswa dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP, Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA.

Sebuah program yang dijalankan pemerintah wajib mendapatkan dukungan dan legitimasi dari masyarakat, tanpa dukungan dan legitimasi tersebut maka sebaik apapun programnya tidak akan jalan,” jelas Bupati Banyuwangi. Oleh karena itu dirinya selalu mensosialisasikan program-program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam setiap kesempatan. “Bahkan di setiap upacara tanggal 17 setiap bulan selalu saya sampaikan apa yang sudah dilakukan, termasuk hasil kunjungan saya ke berbagai tempat agar tidak timbul kesan bupatinya nglencer terus,” katanya.

Kedua, sebuah program harus memiliki Public Value sehingga masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari program tersebut. H. Abdullah Azwar Anas, MSi kemudian mencontohkan bagaimana dia selektif terhadap investor yang ingin masuk ke Banyuwangi. “Ada sebuah jaringan hotel yang akan membangun hotelnya di Banyuwangi. Saya minta mereka tidak sekedar membangun hotel, tapi wajib membina nelayan sekitar, sabun dan shampoo-nya hasil produksi desa terdekat bahkan buah hasil petani Banyuwangi harus disajikan juga,” kata putra asli Banyuwangi ini.

Untuk membangun pemerintah yang mampu menghasilkan program yang baik tentu saja memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang baik pula alias meningkatkan Capability. Pemerintah Banyuwangi kini terus melakukan terobosan guna mendapatkan SDM yang baik. “Saya memberlakukan aturan IPK pelamar CPNS Pemkab Banyuwangi minimal 3,00. Kami juga akan merekrut anak-anak muda untuk jadi guru yang akan diterjunkan di daerah terpencil dan gajinya khusus pula,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Kesediaan Bupati Banyuwangi untuk berbagi pengalaman ini diapresiasi semua peserta yang hadir, termasuk Rektor Universitas Jember. “Kami angkat topi kepada Pak Anas dengan kiprahnya selama ini, termasuk upaya memberikan kesempatan bagi anak-anak Banyuwangi yang pintar namun berasal dari keluarga kurang mampu kuliah di Kampus Tegalboto melalui Program Banyuwangi Cerdas,” kata Drs. Moh. Hasan., MSc., PhD.


loading...

0 Response to "BUPATI BANYUWANGI BAGI RESEP KEBERHASILAN DI UNEJ"