GLINSENG DAN UCENG-UCENG BANYUWANGI


Glinseng dan Uceng-uceng adalah nama kue tradisional Banyuwangi. Namanya cukup unik dan lucu, tapi rasanya enaaak dan gurih. Dua jenis makanan tersebut biasanya selalu dipadupadankan untuk mendapatkan rasa yang pas. 

Bagi warga Desa Pakistaji, Kelurahan Rogojampi, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, nama penganan khas itu cukup digemari, karena sangat cocok untuk sarapan sambil minum teh hangat atau kopi.

“Glinseng dan Uceng-uceng buatan Lek Rokhimah tidak ada duanya,” kata Yulia, yang kini tinggal di Jakarta dan selalu menyempatkan pesan sarapan saat berkunjung ke desa kelahirannya. 

Cara membuat kue Glinseng dengan bahan dasar kacang hijau itu cukup mudah yakni merendam kacang hijau itu dengan air panas. Memang waktu untuk merendam kacang itu cukup lama, yakni hampir satu sampai dua jam. Setelah kacang hijau itu agak lunak maka harus direbus kemudian diselp atau tumbuk kasar seperti tepung kasar (menir). 

Sesudah itu adonan tepung menir kacang hijau itu dicampur dengan beras yang juga sebelumnya telah direndam dan dikukus lalu diselep (selepan padi) atau digiling kasar dan diuleni dengan sedikit air dan diangin-angin supaya mawur (pera).

“Jangan terlalu banyak air, nanti bahan dasarnya jadi lembek, jadi harus agak kering dan kasar. Kemudaian dikukus dengan ditambahkan campuran kelapa muda, gula dan sedikit garam,” kata Fatimah yang sering membuat penganan yang berwarna agak kecoklatan itu.

Demikian pula dengan penganan yang satunya yang bernama Uceng-uceng. Bahan dasar dari beras. Cara memasak juga tidak banyak beda dengan Glinseng. Beras yang sebelumnya direndam air itu sekitar satu jam itu harus ditumbuk atau diselep. 

“Tepung beras yang sudah diselep itu dicampur dengan air sedikit demi sedikit sampai bisa dipilin. Kemudaian dihaluskan dan dipotong-potong memanjang. Tapi sebelumnya, bila suka bisa diberi warna merah atau hijau atau warna tepung aja (putih), kemudian dikukus.

Baik Glinseng maupun Uceng-uceng dihidangkannya dengan parutan kelapa muda.
Bila tidak ingin susah mengolah untuk mendapatkan kue itu…ya sekali-sekali berwisata ke Banyuwangi sambil mengok Desa Paklistaji.

Tapi jangan lupa harus pagi-pagi sekali datang untuk antre makanan tersebut di Kedai Lek Rokhimah. Harganya cukup murah, tapi kenyang dan rasa enak bisa didapat, karena sebungkus dua macam kue itu kita cukup membayar Rp2.500. Hmmmm….. murah sekali !!!. 

sumber

loading...

0 Response to "GLINSENG DAN UCENG-UCENG BANYUWANGI"