WONGSOREJO DISIAPKAN MENJADI KAWASAN INDUSTRI BANYUWANGI


Dalam rangka pembangunan ekonomi daerah, Wongsorejo yang merupakan kawasan utara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan dikembangkan untuk kawasan industri. Pemerintah daerah setempat menyiapkan lahan hingga seribu hektare.

Pemilihan Wongsorejo sebagai kawasan industri tak lepas dari kondisi geografis yang mendukung. Kawasan tersebut juga dekat dengan pelabuhan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap memberikan insentif kepada investor, dengan membangun infrastruktur.
Kenapa penting menjual kawasan (industri)? Supaya orang bisa cepat masuk. Sekarang ini jualan kawasan industri tidak ada yang tidak laku. Bojonegoro penuh, Pasuruan penuh, Gresik penuh. Apalagi Banyuwangi yang ada bandara dan pelabuhan



Pembebasan lahan diserahkan kepada pihak swasta. Proses pembebasan lahan ini tak bisa cepat, namun terus berjalan. "Lambat tapi pasti. Sekarang sudah 600 hektare di Badan Pertanahan Nasional pusat. Begitu tuntas yang 600 hektare ini, kami akan tambah lagi sampai seribu hektare," kata Bupati Abdullah Azwar Anas, di sela-sela kunjungan ke Kabupaten Jember, Kamis (11/10/2012).

Konsep pembangunan yang dicanangkan Pemkab Banyuwangi tak akan bertentangan dengan rencana tata ruang wilayah Jawa Timur. Banyuwangi memang masih diposisikan sebagai basis pertanian di selatan dan industri.

Namun Anas mengingatkan, dalam Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I), Banyuwangi tak masuk koridor Jawa, namun koridor Bali dan Nusa Tenggara. "Banyuwangi disiapkan menjadi daya dukung Bali dan Nusa Tenggara," katanya.

Oleh sebab itu, Anas tengah berupaya membujuk kalangan pengusaha agar membuka pabrik di Banyuwangi daripada di Surabaya. Pembukaan pabrik di kawasan industri yang disiapkan akan lebih menguntungkan pengusaha yang memasok barang ke Bali dan Nusa Tenggara.

Anas optimistis kawasan industri yang ditawarkannya akan dilirik investor. "Kenapa penting menjual kawasan? Supaya orang bisa cepat masuk. Sekarang ini jualan kawasan industri tidak ada yang tidak laku. Bojonegoro penuh, Pasuruan penuh, Gresik penuh. Apalagi Banyuwangi yang ada bandara dan pelabuhan," katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan rencana pembangunan kawasan industri tersebut sudah sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) kabupaten setempat.
“Kami telah memiliki masterplan pembangunan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang dengan mengacu pada RTRW yang sudah final,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkab Banyuwangi memiliki empat prioritas pembangunan yakni membangun kawasan industri, sentra agropolitan, sentra industri gula, dan kawasan wisata terpadu.
“Kecamatan Wongsorejo yang berada di bagian utara Banyuwangi sangat ideal sebagai kawasan industri karena jarak dengan pelabuhan hanya 14 kilometer,” jelas mantan anggota DPR itu.

Dengan adanya kawasan industri, lanjutnya, pengusaha akan mendapatkan banyak kemudahan karena pengusaha tidak perlu repot memproses analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) karena sudah ada yang memprosesnya.
“Pengusaha tinggal masuk kawasan industri dan tidak usah repot ngurusi amdalnya,” ujarnya.

Selain itu, sambung Anas, pemkab juga akan memgembangkan kawasan selatan Banyuwangi sebagai sentra agropolitan dengan komoditas utama yang dikembangkan adalah susu atau santan, sedangkan kawasan barat akan menjadi sentra industri gula dengan berdirinya pabrik gula terbesar dan termodern di Glenmore yang merupakan hasil konsorsium PT Perkebunan Nusantara.

“Kemudian kawasan tengah akan menjadi kawasan wisata terpadu yakni ecotourism atau wisata alam yang akan menghubungkan wisata Gunung Ijen, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo,” tutur alumnus SMA Negeri 1 Jember itu.

Anas menyatakan kebijakan pembangunan yang dilaksanakannya sudah melalui proses riset dengan melibatkan para ahli. "Kita tak mungkin bergerak dengan angan-angan. Alhamdulillah, selama dua tahun di awal ada resistensi. Sekarang rakyat mendukung," katanya.




loading...

0 Response to "WONGSOREJO DISIAPKAN MENJADI KAWASAN INDUSTRI BANYUWANGI"