BARONG PREJENG BANYUWANGI YANG MENGGODA


Kemolekan gadis ayu Banyuwangi semakin menggoda manakala senyumnya terus menebar. Diiringi harmonisasi tradisi dan kontemporer tarian Barong Prejeng Banyuwangi menciptakan kemeriahan gelaran bertajuk Esotika Jawa Timur diajang Kemilau Nusantara 2012, Sabtu (6/10).

Bukan hanya Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan beserta jajaran Muspida Jawa Barat serta tamu undangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saja yang merasa terpikat. Dewan juri yang terdiri dari Drs. Sulistyo Tirto Kusumo MM, Prof. DR. Endang Caturwati M.Hum, Toto Amsar Suanda SSn,MSn, DR. Tisna Sanjaya dan Asep SolihinM.SN., juga dibuat terpesona dan sepakat memilih kreativitas seniman dari Provinsi Jawa Timur sebagai juara pertama Kemilau Nusantara 2012.

Perpaduan kesenian tradisional Barong Prejeng Banyuwangi, musik Da’ul Sumenep, Jaripah dan Reog Ponorogo, menciptakan harmonisasi seni tidak hanya sekedar sebagai tontonan mata dan teling, tetapi juga tuntunan hati.
Seniman dan seniwati kita harus banyak belajar dari mereka (Jawa Timur) yang mampu menjadikan kesenian tradisi dalam bentuk kekinian sangat atraktif, demikian pula halnya dengan pemerintah kita yang selama ini memposisikan diri sebagai fasilitator bagi seniman, apa yang ditampilkan oleh seniman Jawa Timur menunjukan bahwa menciptakan suatu pegelaran seni tidak bisa main-main dan asal-asalan,” ujar Toto Amsar Suanda, tentang penilaiannya terhadap Esotika Jawa Timur.

Perhelatan seni budaya dan pariwisata Kemilau Nusantara 2012 yang merupakan penyelenggaraan ke sembilan kalinya, dengan diikuti 20 peserta dari provinsi lain dan 26 peserta dari kota dan kabupaten se Jawa Barat, dikatakan Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan sebagai penyelenggaraan terbaik. “Secara kualitas maupun kuantitas penyelenggaraan (Kemilau Nusantara) kali ini lebih baik dan sangat gemerlap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ahmad Heryawan dalam sambutannya.

Atraksi seni budaya tradisi, juga dipertunjukan seniman dan budayawan dihadapan masyarakat sepanjang jalan Diponegoro sejak keluar dari Pusdai hingga masuk ke Lapang Gasibu. Mulai dari kesenian buhun lisung dan bola seneu yang ditampilkan Kota Sukabumi hingga kesenian kontemporer yang ditampilkan Kota Cimahi mengundang decak kagum masyarakat.
Tidak kalah menariknya, kemolekan kaum wanita dari Sulawesi Tenggara hingga kegagahan kaum lelaki dari Aceh dan Papua dengan pakaian adat. Sebagai bentuk apresiasi sejumlah masyarakat silih berganti meminta berfoto bersama.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Drs. Nunung Sobari MM., mengatakan event Kemilau Nusantara merupakan event yang sangat ditunggu-tungu provinsi lain maupun kota dan kabupaten di Jabar karena sebagai event tahunan sebagai sarana memperkenalkan sekaligus mempromosikan seni dan budaya serta pariwisata daerah dari seluruh nusantara. "Kemilau Nusantara juga mampu menumbuhkan kecintaan kreativitas pelaku seni budaya dan masyarakat, serta membangun citra seni budaya dan pariwisata dalam mendorong wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk datang berkunjung,” ujar Nunung Sobari.

Secara lengkap, Kemilau Nusantara secara khusus memberikan penghargaan kepada peserta dari Jawa Timur sebagai peserta terbaik pertama, diikuti provinsi Jawa Barat dan Kalimantan Timur sebagai peserta terbaik kedua dan ketiga. Sementara Kota Bogor dinyatakan sebagai peserta terbaik pertama untuk katagori peserta kota dan kabupaten, diikuti Kabupaten Sukabumi dan Kota Cimahi sebagai juara kedua dan ketiga.


sumber

loading...

0 Response to "BARONG PREJENG BANYUWANGI YANG MENGGODA"