BANK INDONESIA PUJI PEREKONOMIAN BANYUWANGI


Berbagai kemajuan perekonomian yang dicapai Banyuwangi selama setahun terakhir ini mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI). Perekonomian Banyuwangi dianggap berpeluang besar untuk terus tumbuh dan mengalahkan sejumlah kabupaten tetangganya di kawasan timur Jatim. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Perwakilan BI Jember, M. Nur Zaenudin saat menerima kunjungan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kantor Perwakilan Jember, Kamis (11/10).

Dari sisi pertumbuhan, ke depan Banyuwangi memiliki peluang besar untuk melampaui Jember
Menurut Nur, pertumbuhan Banyuwangi terus mengalami peningkatan. “Dibandingkan tiga kabupaten lain yang sempat menurun 2008/2009, Banyuwangi tetap naik,” akunya. Pada 2006 pertumbuhan ekonomi Banyuwangi 4,74 persen, lalu menjadi 5,64 persen pada 2007. Kemudian, pada 2008 naik menjadi 6,05 dan 2009 menjadi 6,22.
“Pertumbuhan Banyuwangi 2010 mencapai 6,22 persen. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mengalami pertumbuhan tinggi dibandingkan tiga kabupaten di Besuki. Pertanian menjadi penyangga perekonomian Banyuwangi. Share sektor pertanian pada PDRB Banyuwangi sebesar 46,2 persen,” tutur Nur.

BI Jember mencatat, realisasi kredit modal kerja di Banyuwangi mencapai 63,66 persen dari total penyaluran kredit. Padahal, di Jember, misalnya, realisasi kredit terbesar masih di sektor konsumsi. “Secara volume, Jember memang masih mendominasi perolehan aset dan kredit perbankan umum dan syariah rata-rata 50 sampai 60 persen. Tetapi, dari sisi pertumbuhan, Banyuwangi mampu tumbuh di atas 20 persen untuk realisasi aset,” kata Nur.

Dikatakan dia, secara volume, kredit perbankan di Banyuwangi mengerucut pada sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa dunia usaha. Kredit sektoral masih didominasi oleh Jember. “Dari sisi pertumbuhan, ke depan Banyuwangi memiliki peluang besar untuk melampaui Jember,” terangnya.

Hingga September 2012, tingkat kredit macet (non performing loan atau NPL) perbankan di Banyuwangi hanya 2,32 persen. Jauh di bawah batas maksimal BI sebesar 5 persen. “Berarti, kemampuan membayar kredit di Banyuwangi tinggi,” pujinya. 


sumber

loading...

0 Response to "BANK INDONESIA PUJI PEREKONOMIAN BANYUWANGI"