BANYUWANGI BANGUN VILLA KHAS OSING SENILAI RP3,5M


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan membangun villa di kampung wisata Using di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Biaya pembangunan mencapai Rp 3,5 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Mujiono, mengatakan villa tersebut memiliki 12 hunian yang dibangun di atas lahan satu hektare. Pemerintah Banyuwangi menggandeng arsitek nasional, Andra Matin, untuk mendesain villa bergaya modern-tradisional. "Kita ingin unsur-unsur tradisional khas Banyuwangi juga melekat," katanya, Selasa, 11 September 2012.

Desa Kemiren berada di sekitar tiga kilometer dari Kota Banyuwangi. Desa ini ditetapkan sebagai kampung wisata budaya karena memiliki adat-tradisi khas Banyuwangi yang dikenal sebagai budaya Using.

Menurut Mujiono, villa tersebut dibangun karena Desa Kemiren sering menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Harga kamar tertinggi diperkirakan mencapai Rp 750 ribu per malam. "Wisatawan bisa menikmati keindahan alam sekaligus kekayaan budaya tradisional Banyuwangi," ujarnya.

Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Slamet Kariyono, mengatakan villa akan dioperasikan pada awal 2013 mendatang. Nantinya, villa bakal dikelola oleh Dinas Pendapatan dan Aset bekerja sama dengan hotel-hotel di Denpasar, Bali.

Menurut Slamet, kerja sama dengan pihak ketiga karena belum memiliki peraturan daerah. "Jadi, nantinya kalau ada wisatawan dari Bali yang akan berkunjung ke Banyuwangi, pihak ketiganya harus menginap di villa Kemiren," ucapnya memaparkan.

Pada tahun ini juga Pemerintah Banyuwangi merenovasi Wisma Blambangan menjadi hotel berbintang empat. Total anggaran mencapai Rp 5,5 miliar yang dicairkan dalam dua tahap. Untuk tahun 2012 ini, dana renovasi mencapai Rp 3,5 miliar.

Hotel yang terletak di pusat kota, yakni Jalan Dr. Wahidin Nomor 4 itu, direncanakan memiliki 32 kamar. Pemerintah Banyuwangi juga menggandeng Andra Matin sebagai arsitek bangunan.

Kordinator Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi, Tulus Sujianto, mengatakan pendirian villa akan memupus partisipasi masyarakat di Desa Kemiren. Sebab, selama ini penginapan di desa itu dengan memanfaatkan rumah-rumah warga. "Kalau ada villa, homestay yang dikelola warga tidak laku," tuturnya.

Menurut Tulus, jika tujuan pembangunan hotal dan villa untuk mendongkrak pendapatan asli daerah seharusnya dapat dilakukan dengan meningkatkan sektor pertanian atau kelautan yang menjadi potensi utama di Banyuwangi. "Kalau sektor pertanian dan kelautan ditingkatkan, pendapatan warga juga ikut meningkat," katanya.


sumber

loading...

0 Response to "BANYUWANGI BANGUN VILLA KHAS OSING SENILAI RP3,5M"