PABRIK GULA BANYUWANGI EFISIENKAN PETANI TEBU


Industri gula yang saat ini masih bergantung pada impor akan mendapat suntikan kinerja yang signifikan dengan rencana pembangunan Pabrik Gula (PG) di Glenmore, Banyuwangi. PG yang akan diinisiasi oleh BUMN perkebunan tersebut akan menjadi PG terbesar di Indonesia dengan desain kapasitas giling 10.000 ton tebu per hari (TCD). Pembangunan PG akan dimulai pada akhir tahun ini.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan, kehadiran PG tersebut sangat membantu petani untuk mengefisienkan biaya angkut tebu dari lahan ke pabrik. Selama ini sebagian petani tebu di Banyuwangi mengirimkan tebunya ke PG Semboro yang ada di Jember. Sebagian lagi mengirimkan tebunya ke PG Asembagus di Situbondo. Jarak dari lahan tebu di Banyuwangi ke Jember maupun Situbondo setidaknya 100 kilometer.
"Jadi dari sisi biaya angkut saja jika tebu Banyuwangi dikirim ke Jember maupun Situbondo sangat tidak efisien. Jarak tempuh yang ideal antara PG dan sebaran tanaman tebu seharusnya maksimal 60 kilometer. Kehadiran PG di Banyuwangi akan mengefisienkan struktur biaya angkut tebu," ujar Arum di Surabaya, Rabu (29/8/2012).

Arum menilai, efisiensi manajemen tebang-angkut tebu tersebut akan mampu meningkatkan kualitas tebu, karena tebu setelah ditebang bisa segera digiling. Sehingga kehilangan gula selama proses pasok tebu dari lahan hingga masuk pengolahan PG bisa ditekan.Apalagi, PG Glenmore di Banyuwangi tersebut akan dilengkapi dengan teknologi modern untuk menunjang pencapaian rendemen (kadar gula dalam tebu) minimal 10 persen. "Kami memang berharap PG yang baru tersebut dilengkapi teknologi modern, sehingga Insya Allah petani sangat diuntungkan," ujarnya.
Terkait jaminan pasokan tebu dari petani ke PG Banyuwangi untuk memenuhi kapasitas giling 10.000 TCD, Arum meminta ada sinergi yang kuat dengan petani. Sebab, lahan hak guna usaha (HGU) milik PTPN di Banyuwangi hanya sekitar 3.500 hektar. Padahal, untuk bisa memenuhi kapasitas giling 10.000 TCD, dibutuhkan sekitar 20.000 hektar lahan tebu.
"Potensi areal tanam tebu di Banyuwangi masih cukup besar, tapi dengan catatan harus melibatkan petani," ujarnya.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas optimistis pembangunan PG di Banyuwangi akan mampu menjadi stimulus bagi petani untuk giat berbudidaya tebu. Dari hasil kajian, kehadiran PG tersebut akan menimbulkan efisiensi sebesar Rp38 miliar bagi petani dari proses pasok tebu ke PG.
"Saya mendukung gagasan Kementerian BUMN untuk segera membangun PG di Banyuwangi. Saya sudah berkoordinasi dengan PTPN dan alhamdulillah hingga kini persiapan semakin matang," ujar Anas.




Kabarbisnis

loading...

0 Response to "PABRIK GULA BANYUWANGI EFISIENKAN PETANI TEBU"