WISATA PULAU MERAH, KEINDAHAN DI KAKI "TAMBANG EMAS" TUMPANG PITU


Pantai Pulau Merah
Pulau Merah, demikian biasa orang menyebut pulau kecil yang berada di pantai Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Pulau berbentuk bukit yang banyak ditumbuhi tanaman itu berada di dekat pantai yang pasir putihnya menghampar sejauh 3 kilometer.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, harus rela menempuh perjalanan sejauh 60 Kilometer dari pusat kota Banyuwangi.
Rute arah selatan Banyuwangi ini melalui jalan jalan pedesaan dan bebukitan. Bila mengendarai mobil, perjalanan bisa ditempuh selama hampir 2,5 jam.

Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki kawasan hutan lindung Gunung Tumpang Pitu yang dikenal menyimpang kekayaan alam berupa emas. Saat ini PT Indo Multi Niaga (IMN) sedang melakukan eksplorasi dan nantinya memberikan 10 persen hasilnya untuk Pemkab Banyuwangi.

Ombak besar di pantai yang berada di Teluk Pancer ini disukai para penggemar olahraga surfing atau selancar. Di waktu-waktu tertentu banyak wisatawan asing yang berselancar.
Pulau merah memiliki ombak yang bagus untuk surfing.
Ketika laut surut, para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki menikmati keunikan gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai Pulau Merah.

"Kalau pas kering itu terlihat tanahnya merah," kata Khoirul, warga Banyuwangi.

Wisatawan yang ingin menikmati keelokan panorama saat matahari terbenam (sunrise) pun dijamin tak bakal menyesal. Warna keemasan akan muncul ketika detik-detik matahari terbenam di bagian barat pantai.

"Pantai ini pada 1996 pernah disapu Tsunami. Warga sekitar banyak yang jadi korban," kata Khoirul.

Bencana tsunami, kata Khoirul, menyapu kawasan pesisir pantai selatan Banyuwangi. "Termasuk pesisir Pantai Rajegwesi hingga Pancer kena," tambahnya.

Pengamatan detiksurabaya.com, pemukiman warga yang berada di sekitar pantai Pulau Merah sudah banyak yang beralih fungsi. Banyak rumah yang disewa PT IMN sebagai kantor operasional stafnya.

Karena PT IMN akan mendulang emas di Gunung Tumpang Pitu, maka perusahaan yang kabarnya saat ini sudah diambil alih Grup Bakrie ini memperbaiki jalan di sekitar pantai.

Sayangnya Pemkab Banyuwangi tidak mempersoalkan penambangan emas yang wilayahnya masuk kawasan hutang lindung tersebut. Alasannya izin sudah diberikan oleh Departemen Kehutanan untuk IMN.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat ditemui di Rumah Kopi, Kemiren, Glagah, menyatakan bahwa pemerintah akan membangun akses-akses jalan menuju ke lokasi wisata.

Misalnya akses menuju Pantai Rajegwesi yang masuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri diakui kurang nyaman bagi wisatawan.

Akses jalan di Sarongan itu banyak yang rusak. Namun karena akses melalui PTP Nusantara XII Wilayah 1 Sungai Lembu dan masuk kawasan Kehutanan maka Pemkab Banyuwangi harus kerjasama dalam pembangunan.

"Kita sudah anggarkan untuk pembangunan. Termasuk untuk pengaspalan jalan yang wilayahnya masuk pengelolaan PTP Perkebunan dan Departemen Kehutanan kita carikan solusinya. Misal di Plengkung, pemkab bantu aspal dan alatnya," terangnya.

Apalagi Pemkab Banyuwangi akan punya hajat besar, yaitu Tour d Ijen yang akan digelar November 2012. "Kita saat ini fokus perbaikan jalan Kalibaru-Pulau Merah dan Kalibaru-Ijen," terangnya.

Potensi alam yang cukup unik di Banyuwangi kata Anas, merupakan modal untuk menarik kedatangan wisatawan. Namun, karakter lokasi wisata di Banyuwangi kata Anas berbeda dengan daerah-daerah lain. Tidak mungkin di Banyuwangi dibangun tempat wisata seperti di Kota Batu, tambahnya."Di Banyuwangi lebih pas sebagai Ecotourism," kata Anas.


sumber : Detik

loading...

0 Response to "WISATA PULAU MERAH, KEINDAHAN DI KAKI "TAMBANG EMAS" TUMPANG PITU"