DUA REKOR MURI UNTUK WARGA BANYUWANGI


Setidaknya ada dua rekor prestasi yang dicapai oleh warga Banyuwangi dan tercatat oleh MURI (Museum Rekor Indonesia), yaitu Menyapu secara Serentak dengan Jarak terjauh dan Menyangrai Kopi terbanyak.


MENYAPU SERENTAK DENGAN JARAK TERJAUH

 Rekor MURI : Menyapu serentak dengan jarak terjauh oleh warga Banyuwangi
Sekitar 100 ribu warga Banyuwangi terlibat dalam pemecahan rekor menyapu jalan sepanjang 291,8km dalam waktu satu jam, pada Jumat pagi 9 Desember 2011.

Mulai anak-anak hingga orang tua di 24 kecamatan menggunakan sapu membersihkan sampah dan kotoran sepanjang jalan Kabupaten Banyuwangi. Acara ini juga diikuti unsur muspida. Hasilnya, ruas jalan mulai dari Kecamatan Wongsorejo di utara dan Kecamatan Kalibaru di selatan Kabupaten Banyuwangi, bersih dalam waktu satu jam.

Acara menyapu jalan terpanjang dalam sejaran Banyuwangi ini disaksikan langsung Senior Manajer Muri, Paulus Pangka.
Sumber : okezone

Menurut versi resmi MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia),  rekor ini diberikan untuk kategori Menyapu secara Serentak dengan Jarak Terjauh dan panjang jalan yang disapu bukan 291,8km, melainkan 107km. Dan yang membuat  rekor tersebut  (rekoris) adalah Drs.H.Abdullah Azwar Anas,MSi  sebagai Bupati Banyuwang. 
MURI : Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama masyarakat  setempat melakukan kegiatan sosial  nyapu secara serentak sepanjang jalan dari Batas Banyuwangi ujung utara sampai selatan dan barat sepanjang 107  km


Pencapaian ini sedara tidak langsung telah memecahkan rekor Menyapu Jalanan Terpanjang yang dibuat oleh pemerintah kota Jambi sepanjang 11 km secara serentak oleh 1.000 peserta pada tanggal 11 Oktober 2008l. Sekaligus memecahkan rekor Menyapu dengan Peserta Terbanyak
yang dibuat di Lampung dengan peserta  22.926 orang anggota masyarakat.

MENYANGRAI KOPI TERBANYAK
 
Rekor MURI : Menyangrai kopi terbanyak














Sebanyak 270 warga Osing Banyuwangi mengikuti Festival Sangrai Kopi Masal yang digelar di desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Ratusan warga yang melakukan aktivitas menyangrai kopi massal itu menggunakan peralatan tradisional, yang terdiri dari tungku batu bata, kayu bakar, serta penggorengan dari gerabah dan berjajar sepanjang 1 KM disepajang jalan tersebut tercatat sebagai rekor baru dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) ke 5328.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, digelar selain dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Banyuwangi yang ke-240, juga untuk mensosialisasikan cara menyangrai kopi dengan baik."Kita ingin menyosialisasikan bagaimana cara menyangrai kopi yang baik sehingga kita mendapatkan cita rasa yang berkualitas," ungkapnya.

Sangat disayangkan diwilayah yang memilki komoditas unggulan kopi dan disepanjang jalan di Kabupaten Banyuwangi banyak dijumpai kedai-kedai kopi, namun kopi-kopi yang diracik itu ala kadarnya sehingga tidak memilki cita rasa.

"Kita ingin memperkenalkan makanan khas atau kuliner Banyuwangi yakni  kopi sehiingga dengan pengenalan cara menyangrai yang baik kedai-kedai kopi yang ada di Banyuwangi bisa semakin ramai," tambah Anas.
Menurutnya, Festival Sangrai Kopi ini akan memperkenalkan Banyuwangi sebagai daerah penghasil kopi. "Tahun 2012 akan ditindaklanjuti dengan mengekspor kopi rakyat," kata dia.

Salah seorang peserta festival
Penguji cita rasa kopi tingkat dunia yang juga merupakan warga asal Banyuwangi, Setiawan Subekti, turut mengapresiasi festival tersebut. Menurutnya kwalitas kopi yang baik tak lepas dari bagaimana cara menyangrainya sehingga bisa mendapatkan kopi dengan  cita rasa yang berkualitas.

Menurutnya, selama ini kebanyakan warga menyangrai kopi melewati batas kehitamannya sehingga menghasilkan kopi yang gosong dan berasa pahit. "Padahal kopi tidak harus hitam dan pahit," kata Setiawan.

Dia menjelaskan, idealnya menyangrai kopi hanya dalam waktu 20 menit dengan temperatur 180-200 derajat Celsius. Dengan proses ini, kata dia, akan dihasilkan biji kopi berwarna cokelat tua. "Kalau warna hitam, cita rasa kopi akan hilang," tegasnya.

Sementara itu senior Manager MURI Paulus Pangka mengatakan kegiatan festival sangrai kopi tersebut merupakan rekor baru yang tercatat di MURI dengan nomor 5328 yaitu menyangrai kopi terpanjang dan terbanyak di Indonesia.

"Ini pertama kali di Indonesia orang meyangrai kopi terbanyak dan terpanjang hingga mencapai 1 kilometer, " Ujar Paulus.




Sumber : RRI , Tempo

loading...

0 Response to "DUA REKOR MURI UNTUK WARGA BANYUWANGI"